Okay, lagi2 gue mau nulis soal jodoh, cinta dan pernikahan. Dan ini stuck in my mind for so long. Gue bukan lagi puber loh yah, hahhaha..
Wanita muslim mana yang gak mau punya suami lelaki soleh. Gue rasa sebejat-bejatnya wanita pasti mau punya lelaki soleh. Hanya masalahnya ketika dihadapkan dengan masalah ‘jodoh’ semua akan berakhir dengan kesamaan frekuensi.
Satu frekuensi, akan memberikan rasa “klop” di antara keduanya. Gue pernah baca, Hati hanya butuh tiga detik untuk saling mencocokkan, gak perlu lama2 kok disaat tiga detik itu hati kita akan saling mengirimkan gelombang frekuensinya. Bila mereka cocok, dalam sekejap setengah dari jiwa kita yang belum lengkap akan menjadi utuh (soulmate). Makanya ngapain juga pacaran lama-lama untuk cari pasangan nikah.
Lantas lagi-lagi gue berpikir mengenai ta’aruf. Ketika dua orang yang benar2 asing memutuskan untuk ta’aruf, apakah kesamaan frekuensi dapat ditemukan dengan membaca biodata saja? Atau ketika bertemu untuk pertama kali?
