Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Wednesday, November 18, 2015

[RE-BLOG] Negosiasi

Perbedaan zaman antara anak dan orang tua membuat banyak anak harus banyak belajar tentang negosiasi, termasuk cara-caranya. Beruntunglah bagi anak yang memiliki orang tua yang terbuka dan selaras, negosiasi lebih mudah dilakukan. Tapi, banyak yang tidak demikian.

Pemahaman dan pandangan hidup antara anak dan orang tua berbeda. Bisa tentang pekerjaan, tentang jurusan kuliah, tentang pasangan hidup, dan masih banyak lagi. Banyak perbedaan.

Kita dituntut untuk luwes, bagaimana mengkomunikasikan hal-hal yang sebenarnya baik, tapi tidak benar dimata orang tua. Mungkin, disebabkan oleh pengalaman hidup di masa mudanya dahulu, atau tentang ketakutan pada ketidaknyamanan hidup anak-anaknya nanti. Karena, pada dasarnya orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, kan?

Sayangnya, versi terbaik menurut orang tua terbatas pada apa yang dia tahu dan pernah alami. Karena zaman telah berganti, anak-anaknya memiliki pergaulan dan kehidupan yang berbeda, tidak bisa dihindarkan bahwa anak dan orang tua sering berbeda pandangan.

Kita mudah untuk menuliskan segala hal ideal yang menjadi keinginan atau harapan kita. Tapi, ketika kembali ke dalam keluarga, bagaimana cara kita menjembatani antara pemahaman kita dan keluarga adalah sebuah pekerjaan besar. 

Kita tidak harus mengorbankan salah satu karena saya percaya selalu ada jalan tengahnya, tapi pesan saya hanya satu. Perjuangkan dan raihlah ridho orang tua.

Yogyakarta, 10 November 2015 | ©kurniawangunadi
*Re-Blog dengan beberapa editan

My November

Well, hello November..
ivanjaya.net

I know it’s too late to say hello ya. Udah lebih dari pertengahan bulan juga, hahaha. Akhir-akhir ini sibuk banget ama tugas-tugas yang padet. Iya, gue tau sebenernya itu bukan alasan. Dari kemarin mau ngeblog cuma ya gitu kayak udah capek aja gitu. Sekarang juga masih banyak tugas. Tapi lagi jenuh ama itu, bosen. Makanya main-main ke blog, hehehee..

November. Ada hari kelahiran gue di bulan ini. Beberapa orang mungkin menganggap hari kelahiran adalah sebuah hari yang spesial. Tapi engga buat gue. Gue justru selalu punya ketakutan menghadapi hari kelahiran. Makin tua. Hidup makin rumit. Ujian makin kompleks. Muncul keriput-keriput halus. Makin dekat dengan kematian (?)

Kebetulan juga dari kecil gak dibiasain untuk ngerayain ulang tahun. Ucapan selamat dan doa2 aja. Justru yang biasanya ngerayain ya temen-temen disekitar. Tapi kalo keluarga ada yang ulang tahun biasanya gue suka kasih hadiah atau birthday cake.

Tapi setahun terakhir gue dan keluarga mulai belajar untuk gak merayakan moment ulang tahun bahkan sekedar ucapan selamat. Doa-doa pun selalu dipanjatkan setiap saat, gak cuma karena moment ulang tahun yang berarti sekali setahun. Kalo temen-temen terdekat sih gue masih suka ngucapin, atas dasar “gaenak, takut salah paham” harusnya sih gak usah sama sekali.

Kenapa gak ngerayain ulang tahun?
Kan bentuk rasa syukur untuk hidup yang udah dikasih olehNya.

Kenapa ya? Hehe, ya karena bukan budaya umat Muslim. Itu budaya non Muslim yang bakalan panjang kalo gue jelasin, hehe searching sendiri aja ya kalo penasaran ama sejarah budaya perayaan ulang tahun, huwahahaha males ngetiknya guee..

Bersyukur itu setiap hari. Muhasabah,instropeksi diri itu setiap saat. Berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan teman-teman bisa kapan saja. Gue suka traktir walopun gue lagi gak ulang tahun. Gue suka beliin keluarga ataupun temen gue hadiah walopun dia lagi gak ulang tahun. Jadi bagi gue ulang tahun ya biasa aja. Cenderung parno malah, hehee..


Cups Cum--

Saturday, October 17, 2015

[RE-BLOG] Tulisan : Dengan Siapa

Obrolan dengan teman baik saya beberapa waktu yang lalu sangat berkesan. Karena kami adalah orang-orang yang tidak sepakat dengan konsep pacaran. Lalu kami berpikir kedepan, bagaimana kiranya kami akan merasa cocok dengan seseorang. Sebuah alasan yang seringkali digunakan oleh orang yang pacaran tentang mengenal (menjajaki dengan pacaran) pasangan terlebih dahulu biar gak salah pilih. Kami tidak sepakat dengan alasan itu dengan alasan yang tidak perlu kami utarakan di sini (nanti kepanjangan). Bagi kami, dengan keyakinan kami, ada satu hal yang kadang membuat kami cemas, kadang pula membuat kami senyum-senyum sendiri.

Kira-kira, dengan siapa kami akan bertemu? Dengan siapa kami akan dipasangkan.

Saya kira, setiap orang yang memilih pilihan untuk tidak pacaran pun memiliki rasa penasaran, rasa cemas, rasa bahagia, dan berbagai rasa lain yang terjadi dalam satu waktu. Entah itu tentang siapa dia, tentang bagaimana cara bertemu, tentang mengapa dia, tentang kapan itu terjadi, dll.

Dalam pembicaraan kami, setidaknya ada dua hal yang bagi kami itu cukup. Dengan siapa? Dengan salah satu dari dua hal ini, atau syukur-syukur dua hal ini menjadi satu sekaligus. Jika ditanya, kiranya kamu ingin menikah dengan siapa. Inilah dua hal yang (menurut kami) penting yang akan menjadi landasan kami. Karena cinta dalam keyakinan kami baru benar-benar akan tumbuh jika sudah berada dalam ikatan, menjalani hidup bersama-sama setiap hari, mengenal karakter seseorang secara utuh dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan saat tidur.

• Pertama, saya akan menikah dengan orang yang saya “cintai” dan “mencintai” saya (agak drama, tapi ini serius)

Cinta dalam hal ini adalah rasa kecenderungan kepada seseorang. Dalam hidup ini, seringkali kita semua termasuk saya, tertarik kepada seseorang. Dalam fase itu, kadang kita bisa melihat bahwa seseorang itu suamiable/istriable. Tapi, apakah dia juga memiliki persepsi yang sama terhadap kita. Seseorang yang saling mencintai tentu akan sangat membahagiakan ketika menikah. Kita menyukai seseorang dan dia ternyata juga menyukai kita, bukankah sebuah hal yang indah. Di dalam keyakinan kami yang tidak berpacaran, alangkah bahagianya ketika kami menyukai seseorang  dan ternyata itu berbalas. Menyukai seorang yang soleh/solehah, dan ternyata dia juga menyukai  balik.

•  Kedua, saya akan menikah dengan orang yang membuat saya “tenang”.

Jika yang dimaksud cinta itu tidak kunjung dirasakan. Jika dia menjadi semakin absurd dan membuat kita bingung. Maka, kami berpendapat, cukup dengan seseorang yang mampu membuatmu merasa tenang. Ketika datang seorang laki-laki kepada perempuan, lalu perempuan merasa tenang. Mungkin itu sudah cukup untuk menerimanya. Ketika laki-laki bertemu dengan seorang perempuan, dan kepada perempuan itu dia merasa tenang, itu juga mungkin sudah cukup. Cinta bisa ditumbuhkan setelah pernikahan. Merasa tenang itu penting bagi kami, kami tidak akan memilih menikah dengan orang yang membuat kami gelisah, bingung, marah, dsb. Jika diawal sudah seperti itu, bagaimana kedepannya.

Jika datang orang yang bisa membuat kita tenang, mungkin itu cukup untuk menjadi alasan menerimanya. Setiap orang mendambakan ketenangan, ketenangan itu jauh lebih mendamaikan daripada rasa nyaman. Ketenangan meliputi batin dan tubuh.  Bahkan hilang rasa khawatir, apakah dengannya ini kita akan tidak bahagia, miskin, dsb. Semua kekhawatiran itu tidak ada karena kita merasa begitu tenang dengan orang ini. Sekalipun tidak ada rasa cinta pada awalnya.

Dua hal ini, mana yang datang lebih dulu. Itu yang akan kami terima. Ditengah umur yang terus menerus bertambah, daripada bikin dosa kebanyakan. Ditengah kebingungan tentang menerka-nerka masa depan. Kami merumuskan hal ini untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kami ingin tahu dan kami butuhkan.

Ternyata dua hal ini cukup. Bukan soal ketampanan atau kecantikan, bukan pula soal anak siapa dan berapa hartanya. Apalagi sekedar nama almamater dan profesi. Jika saat ini kita menyukai seseorang dan ternyata dia tidak. Ya cinta memang tidak bisa dipaksakan, karena hati itu bukan dalam kuasa manusia. Mungkin sudah waktunya bagi kita merenung, apakah dia yang benar-benar kita butuhkan. Jika kita membutuhkannya, apakah dia juga membutuhkan kita. Perasaan ini bahkan membuatmu tidak tenang bukan?

Selamat mencari, semoga bertemu. Tidak hanya bertemu, tapi juga disatukan.

Ditulis pada 6 November 2013
©kurniawangunadi

[RE-BLOG] Seseorang yang Nanti Datang

©Medan, 8 September 2015
https://soundcloud.com/suaracerita/seseorang-yang-nanti-datang

Seseorang Yang Nanti Datang,

Kalau kamu sudah bangun dan membaca tulisan ini. Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.

Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.

Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.

Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?
©kurniawangunadi

[RE-BLOG] Cerpen : Pertemuan Jalan

Sudah lama ia menunggu hari ini, menunggu pertemuan. Meski pertemuan tidak pernah sanggup memastikan sebuah kebersamaan. Nyatanya, pertemuan mengobati rasa penasaran tentang kepastian. Ada banyak kepastian yang hanya bisa ditemukan dalam pertemuan, kan?

“Kamu tidak berubah?” ujarnya.
“Tidak ada yang berubah, kecuali waktu.” ujarku.
“Mengapa datang lagi?” tanyaku lebih lanjut.
“Karena tidak ada yang berubah,” jawabmu sambil tersenyum.

Kami berjalan menyusuri jalanan kota mejelang musim berganti. Daun-daun pepohonan berguguran, seperti waktu-waktu yang ternyata sudah begitu banyak terlewati. Angin menghembuskan ketenangan, melewat sela-sela jari dan pakaian yang aku kenakan. Dan kamu, kamu seperti biasa berjalan sambil sesekali memejamkan mata, melihat ke arah langit dengan mata terpejam dan menghirup nafas dalam-dalam. Tidak ada yang berubah.

“Mengapa tidak berubah?” tanyaku.
“Aku tidak punya sebab untuk mengubahnya. Kamu, mengapa masih di sini? Apa aku boleh terlalu percaya diri bahwa kamu menungguku?” aku melihatmu mengatakan kalimat itu tanpa beban. Aku tertawa.
“Aku tidak tahu, sepanjang waktu aku memahami bahwa manusia pasti berubah. Tapi aku percaya padamu bahwa perasaanmu ke seseorang itu tidak mudah berubah.” ujarku.
“Dan seseorang itu kamu.” katamu sambil berjalan.

Aku tersenyum mendengarnya. Ku kira menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan untuk hal-hal seperti ini. Tapi menunggu untuk seseorang yang akan tetap datang tidak peduli aku masih di sini atau tidak, menjadi keyakinan tersendiri untukku.

“Kamu layak ditunggu.” ujarku.
“Dan kamu sangat layak diperjuangkan, terima kasih sudah percaya,” ujarnya.

Angin mengalir menghapus jejak kami. Kami tidak pernah menjalin hubungan khusus selain berteman. Dan benar kata seseorang bahwa tidak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan, salah satu atau mungkin keduanya akan tercipta perasaan. Bertahun lalu kami memutuskan untuk melepaskan hal ini dengan cara pergi ke jalan masing-masing. Hari ini, jalan itu kembali bertemu di simpang yang sama.
Yogyakarta, 14 Oktober 2015 | ©kurniawangunadi

Thursday, September 3, 2015

Terjebak Friendzone

Lo punya gak pengalaman kejebak yang namanya friendzone? Friendzone itu apa? Bukan minuman macem pocari, itu mizone. Bukan lapisan pelindung bumi, itu ozone. Bukan merk alat masak ibu-ibu, itu oxone !!! Oke, makin lama makin gak nyambung.

Pokoknya friendzone tuh kayak lo suka ama temen lo, tapi udah nyaman banget sebagai temen. Hah, ngasal banget gue. Ya lo pada googling aja sendiri. Itu pengertian menurut gue.

Gue mau cerita nih. Bukan gue yang terjebak friendzone. Tapi menyangkut gue juga. Sebut saja namanya Parjo, kenapa nama samarannya jelek amat yak? Hahaha, gapapa dah biar makin samar. Jadi gue dan Parjo udah kenal lama. Tapi cuma sekedar tau nama dan muka doang. Gak deket. Gak ada urusan sama sekali. Nah, someday ceritanya hmm sebut saja Minah. Nah minah itu cukup kenal gue dan cukup akrab ama Parjo. Istilahnya Minah kayak mutual friend gitu deh yah biar kecee sebutannya, hahaha..

Iseng akhir 2012 lalu Minah kayak mau nyomblangin gue ama Parjo. Tapi karakter gue ama si Parjo ini beda jauh. Beda umur lumayan jauh. Rumah jauh. Pokoknya serba jauh. Wakaka, what the meaning sih, Mae? (Maklum, lagi mood ngeblog tapi gatau mo nulis apa, jadi rada random)

Loving in Silence

Ada yang mati2an berjuang demi cinta, karena cinta butuh usaha agar dapat bersama, butuh jawaban supaya gak penasaran terus, butuh kepastian biar gak resah kegantung-gantung.

Ada juga yang memilih untuk mencintai dalam diam. Diam-diam jatuh hati. Tapi memilih untuk memendam rasa. Bisa karena pemalu, takut bertepuk sebelah tangan, gengsi, atau bisa juga karena iman kemudian berpasrah biar tangan2 Allah yang menggerakkan alam semesta, entah akan menyatu atau tidak..
ivanjaya.net

Cups Cum--

Wednesday, August 19, 2015

Somewhere Only We Know

Yak, yak, yak..

Gue kan emang demen banget baca novel yes, yaa semacem hobi gitu lah kalo kata orang2. Gue hobi baca jadi cerita fiksi kayak novel ama komik aja gituh, hahahaa. Kalo disuruh baca handout kuliah, buku2 kuliah, atau non-fiksi lainnya mah no thank’s yaa.. Etapi kalo Al-Qur’an juga gue baca kok, muehehe..

Well, bermula dari suatu pagi gue liat di timeline twitter gue ada salah satu following gue yang gue lupa siapa, dia nge-retweet kalimatnya @aMrazing kira-kira isinya tuh : Kalo mau tau sifat asli seseorang, lihatlah bagaimana dia memperlakukan manusia lain ‘dibawah’ nya, how true..

Abis itu langsung deh gue kepo liatin tweet2nya yang lain dan gue suka :) akhirnya gue follow deh. Dari situ gue baca blognya amrazing.comjuga so interesting. Trus liat instagramnya kokoh Alex ini juga uwoww bagus2 hasil jepretannya. Doi traveler photographer writer gitu dah, nice people !

Trus gue baca2 dia mau nerbitin novel judulnya Somewhere Only We Know. Gue cukup penasaran walopun gue gak update2 banget tentang si kokoh. Gue cuma mikir kalo gue bakal beli di bookstore kalo bukunya udah publish. Gue gak kepikiran dan gatau kalo ada promo, PO, atau lain2nya.

Trus 6 agustus kemaren gue lagi insomnia. Gabisa tidur ampe memasuki 7 agustus, iseng aja buka twitter, eh tau2 lagi pada heboh PO novel @aMrazing Somewhere Only We Know. Aaaak,, kebawa euforia akhirnya gue ikutan PO, tapi mungkin karena banyak yang buka webnya, jadi ya gitu deh bentar2 server down, web gagakl kebuka, pokoknya suliiitt bersaing ama ribuan orang lainnya.


Monday, August 17, 2015

Hak Wanita Memilih Calon Suami

Ini re-blog ya..
Sekedar buat pengetahuan,
dan bisa menjadi bahan acuan..
Biar gak banyak wanita galau..
:)

***
Banyak wanita yang bertanya-tanya ketika akan menikah, apakah boleh seorang wanita memilih pasangan hidupnya sendiri? Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi.” (Hadits riwayat Bukhari no: 5090 dan Muslim no: 1466, sanadnya shahih)

Berdasarkan hadits di atas maka jelas bahwa lelakilah yang memilih wanita untuk dinikahinya. Lalu bagaimana dengan wanita??? Apakah wanita tidak berhak menentukan dengan siapa dia akan dan ingin menikah???


Satu Frekuensi

Okay, lagi2 gue mau nulis soal jodoh, cinta dan pernikahan. Dan ini stuck in my mind for so long. Gue bukan lagi puber loh yah, hahhaha..

Wanita muslim mana yang gak mau punya suami lelaki soleh. Gue rasa sebejat-bejatnya wanita pasti mau punya lelaki soleh. Hanya masalahnya ketika dihadapkan dengan masalah ‘jodoh’ semua akan berakhir dengan kesamaan frekuensi.

Satu frekuensi, akan memberikan rasa “klop” di antara keduanya. Gue pernah baca, Hati hanya butuh tiga detik untuk saling mencocokkan, gak perlu lama2 kok disaat tiga detik itu hati kita akan saling mengirimkan gelombang frekuensinya. Bila mereka cocok, dalam sekejap setengah dari jiwa kita yang belum lengkap akan menjadi utuh (soulmate). Makanya ngapain juga pacaran lama-lama untuk cari pasangan nikah.

Lantas lagi-lagi gue berpikir mengenai ta’aruf. Ketika dua orang yang benar2 asing memutuskan untuk ta’aruf, apakah kesamaan frekuensi dapat ditemukan dengan membaca biodata saja? Atau ketika bertemu untuk pertama kali?

Saturday, August 15, 2015

Ta'aruf (?)

Eh, lo tau proses ta’aruf gak? Nih ya, gue jelasin dikit. Jadi dalam Islam kan gak ada yang istilah pacaran sebelum menikah. Jadi, sebelum nikah itu dikenal dengan proses ta’aruf. Ta’aruf itu adalah proses perkenalan melalui tukeran biodata gitu (hehe, bukan kayak anak SD yang nulis biodata di binder yah..) trus boleh juga nanya2 melalui perantara pokoknya gabole berhubungan langsung apalagi ketemu pergi berduaan, NO NO NO !

Kalo cocok, ya proses berlanjut ke tahap selanjutnya. Pria ke rumah perempuan ketemu orang tua. Trus dikasih waktu beberapa hari untuk istikharah dan mutusin bener gak ini orang yang bakal jadi pasangan hidup gue? Kalo udah mantep, baru deh pertemuan kedua keluarga dan persiapan pernikahan. Ta’aruf biasanya prosesnya cepet, to the point, dan gak belok2, luruuusss wae pokoknya soalnya niat serius banget mo nikah.

Trus gimana pendapat gue soal ta’aruf ini???

Wednesday, August 12, 2015

Curhat Colongan

Dalam perjalanan gue menimba ilmu, *caelah, masih pakek sumur mba?* pasti ada suka dukanya. Banyak hal yang bisa disyukuri pastinya. Tapi beberapa hal bikin stressnya gak nahan..
ivanjaya.net

Kayak yang lagi gue alamin sekarang ini. Gue kan ambil SP, cuma 4 sks sih setelah pertimbangan yang sangat panjang. Karena sebelumnya ada kabar kalo beberapa makul yang berprasyarat gabakal dibuka kalo blablabla, dan kalo ambil A gabisa sambil ambil B/C/D, pokoknya kayak udah fix gabisa kurang dari 6 semester. Gue ama temen2 ampe mapping berkali2 ampe tengah malem. Iya, kita mapping rencana kuliah tiap semesternya. Pokoknya sempet hopeless banget deh.

Kayak percuma lo ambil SP, kalo semester berikutnya kelas yang dibuka terbatas gabisa 21 sks dan kalo pun ada malah jadwalnya bentrok2 jadi tetep gabisa ambil 21 sks. Jadi sempet mikir jelek “kalo emang gamau mahasiswa lulus cepet, yaudah gausah php bikin rugi lah. Entar udah SP, bayar ekstra, tapi semester berikutnya tetep bayar full untuk sks yang cuma sedikit” *astaghfirullah, coba untuk tetep mikir positif dan buang jauh2 pikiran jelek tadi..

Akhirnya mapping lagi sebisa mungkin. Alhamdulillah gue berhasil nemu mappingan biar 5 semester plus SP 2x. Untuk SP kali ini ambil 4 sks. Trus kan gue rencana ambil 21 sks untuk semester 3 ini. Tapi pas gue buka SIAK (applikasi anak ui pasti ngerti, hehe) nahloh, ada makul yang masuk mappingan gue malah gak buka kelas, dan ada 3 makul yang jadwalnya bentrok dengan 3 makul lainnya.

  ivanjaya.net

Sunday, October 7, 2012

Cowo Basket



Kenapa cowo basket itu rata-rata brengsek ya?

Hahaha, gatau kenapa tiba-tiba mau banget ngerumpi soal cowo anak basket..

Kesan yang muncul kalo ama anak basket itu pasti orangnya keren, cool, tinggi, cakep, asik, terkenal, bla-bla-bla.. Di otak gue juga gitu sih.. Emang udah anugerah anak basket untuk berkharisma kayaknya yah.. Hmm, tapi kenapa ya rata-rata playboy? Mungkin karena mereka ngerasa kece?

Well, mungkin beberapa cowo basket bakal protes ama postingan ini. Hehehe, pisss ya broo.. Anggep aja gue abis patah hati ama cowok basket.. Wkwkwk, yanasib yaa.. Itu tapi cuma perumpamaan.. Jangan dianggep beneran loh yaa.. *ngeles*

Terus mereka rata-rata punya cewe yang gak kalah kece, cihuy, oke punya.. Sehingga gak mungkin untuk cewe yang innocent kayak gue ini untuk mendekat.. Eeeeaaaa..

Jadi maksud postingan lo ini apa dong mae?
Hahaha, gak ada maksud.. Ini karena saya teringat seseorang di masa lalu..
Mr. GR !
Ini gara-gara temen gue lagi deke tama temennya si Mr. GR..
Oalah, rempong amat historical-nya yaa..
Pokoknya ya begitulah.. Sedikit bocoran kisah saya di masa lalu..

Dan ada baiknya sebelum saya malah jadi curcol panjang x lebar x tinggi yang menghasikan cerita galau yang bervolume sangat besar, lebih baik saya sudahi saja ya postingan kali ini !
See Yaaaaaaa….


Cups Cum--

Friday, July 6, 2012

Set You Free

sama kayak tulisan gue ini >>> klik aje brohh

Gue lagi sedih. Sedih campur bahagia. Salah ! Bahagia campur sedih yang bener. Mostly bahagia-nya soalnya. Hehehe, yaelah sepele pake segala labil..

Dia cowo nomor dua yang paling gue sayang untuk saat ini. Nomor satunya babeh gue pastinya. Untuk saat ini??! Iye soalnya gue belom menemukan belahan jiwa gue, aaiiiihhh.. Kalo gue udah nemu belahan jiwa gue mah, dia bisa gue nomor tiga-in ato empat-in ato lima-in.. Hahahahaha..

Adek cowo gue satu-satunya..


Bro, gak berasa lo makin gede ye.. Lo udah dewasa sekarang.. Bahkan lo lebih dewasa daripada gue.. Secara fisik emang lo udah lebih dari gue.. Dan secara psikis juga lo lebih dewasa dari gue.. Kadang gue iri kalo temen-temen gue punya abang, sedangkan gue anak pertama, gak punya kaka pastinya.. Tapi gue sering banget ngerasa elo tuh kakanya, gue adeknya hahahaha.. Abisan gue kan cengeng, manja, lenjeh, rempong, bla-bla-bla.. Malah gue yang kayak anak kecil..

As Friends As Family

"We can found our own family in everywhere.."
-Me-

 Asiiik, mantep ye quotes gue.
Keluarga gak cuma nyokap, bokap, adek, kaka.
Gak cuma yang ada hubungan darah aja.

Kadang saat kita udah berteman baik dengan orang lain,
kita bahkan akan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga kita..
Gue pribadi sering banget ngerasain yang kayak gitu,
Bukan sekedar pertemanan, tapi kekeluargaan..
ivanjaya.net

Tuesday, June 12, 2012

Galau Sendiri

yahh, kok lo give up sih ama gue???!
jadi segini doang usaha lo ke gue??!


ampuuuunnn dahhh...


udahan nih kita mainannya boss??!
ahh, gak seru ahh...
payah ah kamu ahh..

ternyata kamu sama aja ah ama yang sebelum2nya..
easy come, easy go..
#eeaaaaa

maap yak, sesungguhnya saya menyesal nyuekin kamu, tapi saya harus menjaga hati saya..
asik...asiiikkkk...


*hahaha, galau sendiri*
#ABAIKAN


Cups Cum--

Sunday, May 20, 2012

Actually, I'm Not Ready Yet.. I'm Too Afraid

Gue selalu ngomong gue mau nikah ! gue mau nikah ! Tapi taukah kamu? Sesungguhnya gue takut menikah.. Takuuuttt..

Takut nikah ama orang yang salah..
Takut gue masih lirik2 yang lain..
jeggerrr !!!
Takut jadi gak bebas..
Takut gak bisa masak..
Takut karena punya tanggung jawab baru..
Takut hamil, melahirkan..
Takut jadi ibu yang gak baik..
Takut nyuekin anak gue sedangkan gue asik ama gadget..
Takut banget pokoknyaa..

Someday, 3 minggu yang lalu kalo gak salah.. Nyokap gue tiba2 nawarin gue nikah ama temennya suami temennya. Nah, rempong deh tuh. Nyokap gue ditawarin temennya untuk nyoba ta’arufin gue ama tuh ikhwan (cowo soleh). Maaaakkkk… ikhwan????!! Lah, gimana jadinya kalo dia tau tabiat gue yang gak beres ini??? Terus gue dibentuk jadi istri solehah???

Lah, bukannya bagus mae? Lu gimana dah mae? Mau anak metal aje gitu?

Thursday, January 26, 2012

What a Great Trip

Wooowww… Long weekend mameeenn…

Gue mau cerita ! Hahaha, lumayan lama gue gak cerita kan? (eh? Gak yakin gitu.. haha) Seinget gue sih gue udah lama gak cerita tentang gue yang main-main kesana-sini. Huft, gile ye emang kerja bikin gue jadi sedih soalnya gak bisa cekidot sesuka hati..

Dan akhirnya gue main lagiiiiiiiiii.. wohooooo..

Tanggal 21-23 Januari kemaren kan libur noh, gue akhirnya memutuskan untuk cekidot ke Subang ama ke Bandung. Secara temen gue di depok kayaknya tinggal si Cepi doang. Bukan gak mau main ama Cepi gue pas long weekend kemaren. Tapi gue emang udah janji ama Shofi, Qebo, Jatsi, Saga, Eka bahwasanya gue mau mengunjungi mereka.

Setelah hampir batal, karena yang tadinya gue bakal berangkat ama Merlin, Cyntia, Salamah ternyata pada batal dan gue alone ! Ditambah lagi umi abi pada mau nginep ke Sukabumi. Kedua adek gue (Uti-Taslim) kalo ditinggal berdua dijamin gak akur. Hoho. Terus Taslim sabtu tetep sekolah + futsal jadi pasti pulang sore atogak maghrib gitu. Nah, si Uti apa kabar dong?

Tadinya gue disuruh ngebawa si Uti ikut jalan ke Subang. Oh my God, gak kebayang aja bawa adek pas jalan2 sama temen2.. Bukan masalah keganggu atau gimana, gue lebih berpikir kasian adek gue pasti cengo diem aje karena gak ngerti pembicaraan para orang dewasa, hahaha..

Alhamdulillah ternyata si Uti diajak belajar kelompok terus lanjut mentoring ama temen2nya. Jadilah gue capcuussss alone ya ! 

Ini bukan pertama kalinya gue pergi sendiri sih. Gue juga pernah ke Jogja sendirian malah, hoho..

***

Wednesday, January 4, 2012

NYENGIR ! :))

Nyengir adalah..

Ketika bokap gue bilang bakal tetep ngasih uang bulanan walopun gue udah punya gaji”

Maka reaksi gue saat mendengarnya adalah NYENGIR !!!
Hehehe, cekidot cerita selengkapnya :

v
v