Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Wednesday, November 18, 2015

[RE-BLOG] Negosiasi

Perbedaan zaman antara anak dan orang tua membuat banyak anak harus banyak belajar tentang negosiasi, termasuk cara-caranya. Beruntunglah bagi anak yang memiliki orang tua yang terbuka dan selaras, negosiasi lebih mudah dilakukan. Tapi, banyak yang tidak demikian.

Pemahaman dan pandangan hidup antara anak dan orang tua berbeda. Bisa tentang pekerjaan, tentang jurusan kuliah, tentang pasangan hidup, dan masih banyak lagi. Banyak perbedaan.

Kita dituntut untuk luwes, bagaimana mengkomunikasikan hal-hal yang sebenarnya baik, tapi tidak benar dimata orang tua. Mungkin, disebabkan oleh pengalaman hidup di masa mudanya dahulu, atau tentang ketakutan pada ketidaknyamanan hidup anak-anaknya nanti. Karena, pada dasarnya orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, kan?

Sayangnya, versi terbaik menurut orang tua terbatas pada apa yang dia tahu dan pernah alami. Karena zaman telah berganti, anak-anaknya memiliki pergaulan dan kehidupan yang berbeda, tidak bisa dihindarkan bahwa anak dan orang tua sering berbeda pandangan.

Kita mudah untuk menuliskan segala hal ideal yang menjadi keinginan atau harapan kita. Tapi, ketika kembali ke dalam keluarga, bagaimana cara kita menjembatani antara pemahaman kita dan keluarga adalah sebuah pekerjaan besar. 

Kita tidak harus mengorbankan salah satu karena saya percaya selalu ada jalan tengahnya, tapi pesan saya hanya satu. Perjuangkan dan raihlah ridho orang tua.

Yogyakarta, 10 November 2015 | ©kurniawangunadi
*Re-Blog dengan beberapa editan

My November

Well, hello November..
ivanjaya.net

I know it’s too late to say hello ya. Udah lebih dari pertengahan bulan juga, hahaha. Akhir-akhir ini sibuk banget ama tugas-tugas yang padet. Iya, gue tau sebenernya itu bukan alasan. Dari kemarin mau ngeblog cuma ya gitu kayak udah capek aja gitu. Sekarang juga masih banyak tugas. Tapi lagi jenuh ama itu, bosen. Makanya main-main ke blog, hehehee..

November. Ada hari kelahiran gue di bulan ini. Beberapa orang mungkin menganggap hari kelahiran adalah sebuah hari yang spesial. Tapi engga buat gue. Gue justru selalu punya ketakutan menghadapi hari kelahiran. Makin tua. Hidup makin rumit. Ujian makin kompleks. Muncul keriput-keriput halus. Makin dekat dengan kematian (?)

Kebetulan juga dari kecil gak dibiasain untuk ngerayain ulang tahun. Ucapan selamat dan doa2 aja. Justru yang biasanya ngerayain ya temen-temen disekitar. Tapi kalo keluarga ada yang ulang tahun biasanya gue suka kasih hadiah atau birthday cake.

Tapi setahun terakhir gue dan keluarga mulai belajar untuk gak merayakan moment ulang tahun bahkan sekedar ucapan selamat. Doa-doa pun selalu dipanjatkan setiap saat, gak cuma karena moment ulang tahun yang berarti sekali setahun. Kalo temen-temen terdekat sih gue masih suka ngucapin, atas dasar “gaenak, takut salah paham” harusnya sih gak usah sama sekali.

Kenapa gak ngerayain ulang tahun?
Kan bentuk rasa syukur untuk hidup yang udah dikasih olehNya.

Kenapa ya? Hehe, ya karena bukan budaya umat Muslim. Itu budaya non Muslim yang bakalan panjang kalo gue jelasin, hehe searching sendiri aja ya kalo penasaran ama sejarah budaya perayaan ulang tahun, huwahahaha males ngetiknya guee..

Bersyukur itu setiap hari. Muhasabah,instropeksi diri itu setiap saat. Berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan teman-teman bisa kapan saja. Gue suka traktir walopun gue lagi gak ulang tahun. Gue suka beliin keluarga ataupun temen gue hadiah walopun dia lagi gak ulang tahun. Jadi bagi gue ulang tahun ya biasa aja. Cenderung parno malah, hehee..


Cups Cum--

Saturday, October 17, 2015

[RE-BLOG] Pemahaman Baik

Sepanjang jalan ini, aku menemukan bagitu banyak hal yang kemudian menjadi cara pandang, menjadi semacam keyakinan yang melandasi pikiran. Hal-hal baik yang kupercayai bahwa itu selalu bekerja dengan cara-cara yang tidak aku mengerti, sangat rapi, hebat, dan menakjubkan. Aku mencatat dalam buku saku yang selalu aku bawa dalam perjalanan, aku merincinya;

1. Everything shall pass.

Segala hal yang sedang kita hadapi, jalani, rasakan, pasti akan terlewati. Kegelisahan dan kekhawatiran ini akan terlewati, masa sendiri ini akan terlewati, ketakutan ini akan terlewati. Karena jawaban akan ada bila ada pertanyaan, maka jawaban atas segala perasaan yang kita rasakan, hal-hal yang kita alami pun akan kita dapatkan di masa depan. Bukan saat ini juga dan hari yang meresahkan ini pasti terlewati. Seperti dulu kita takut menghadai Ujian Nasional saat SMA, UN itu pasti terjadi dan akan terlewati. Buktinya, kita sudah melewati itu beberapa tahun ke belakang kan?

2. Bila kita menutup satu pintu, maka Allah akan membukakan pintu yang lain.

Tidak pernah khawatir pada rezeki yang katanya diambil orang bila tidak kita ambil. Rezeki manusia itu sudah ada ketetapannya, tidak akan pernah diambil oleh siapapun. Kesempatan baik yang hadir pun tidak serta merta harus kita ambil, kadang justru ujian terberat bukanlah musibah, tapi kenikmatan. Rezeki adalah kenikmatan. Jangan pernah khawatir sepanjang kita berjuang dengan sungguh-sungguh, karena Allah menjanjikan akan mengubah hidup kita bila kita bergerak untuk mengubahnya. Bila kita menutup satu pintu, insyaAllah pintu-pintu lain akan terbuka dan justru membuat kita semakin percaya bahwa Allah menyiapkan begitu banyak pintu untuk kita. 

3. Tinggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Jangan pernah takut meninggalkan sesuatu yang dirasa membuat kita resah, semakin jauh dari kebaikan, membuat kita ragu, ketidak pastian, dan lain sebagainya. Kadang kita menggenggam terlalu erat sesuatu yang tidak tentu, harapan yang tidak ada kepastian, kesempatan yang tidak dibarengi dengan kesiapan. Yang ada justru kita khawatir, penuh dugaan dan prasangka, asumsi, dan membuat kita justru kehilangan waktu terbaik saat ini hanya demi memikirkan sesuatu yang tidak layak ditunggu dan diperjuangkan. Hari ini tidak akan pernah terulang, hati-hati melewatinya hanya dengan dugaan akan masa depan. 

4. Hasil tidak pernah mengkhianati proses.

Begitu banyak orang menyerah ditengah jalan saat memperjuangkan sesuatu. Kadang, bahkan seringnya jawaban atas perjuangan bukanlah pada apa yang kita perjuangkan. Karena urusan hasil itu bukan ada pada kita, tapi Tuhan yang menciptakan. Karena yang terbaik dalam takaran-Nya akan diberikan kepada kita sebaik perjuangan yang kita lakukan. Teruslah berjuang untuk sesuatu yang layak, karena perjuanganmu sama sekali tidak akan pernah dikhianati. Sekalipun kamu tidak mendapatkan apa yang kamu perjuangkan, kamu akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga dari itu. 

5. Teruslah berbuat baik tanpa tapi.

Kita tidak akan pernah tahu kebaikan mana yang diterima oleh-Nya dan menjadi pahala. Jangan-jangan ada yang hangus hanya karena kita terpantik kesombongan pada kebaikan itu atau mungkin karena ketidak ikhlasan kita. Untuk itu, teruslah berbuat baik tanpa tapi. Karena sungguh, kebaikan-kebaikan yang terkumpul itu laksana buah yang terkumpul dalam keranjang. Ketika diangkat, maka tidak peduli ada yang busuk atau baik, semua akan diambil, bayangkan kalau kebaikan itu hanya sedikit-sedikit. 

Aku kembali meneruskan perjalanan, berusaha mencari pemahaman itu dari serpihan debu dan hembusan angin. 

Yogyakarta, 2 Oktober 2015 | ©kurniawangunadi

Friday, September 25, 2015

Thank God For This Face

I’m not beauty queen, i’m just beautiful me..
– Selena Gomez (Who Says)

Gak cantik
Gak putih
Gak mulus
Gak tinggi
Gak jenjang
Gak langsing

Itu gue banget sih sist, wkwk. Kadang emang suka sebel tiap beli baju kepanjangan harus potong dulu. Apalagi kalo liat model2 yang tinggi langsing jenjang, cocok pake apa aja. Gue pake long cardigan aja kelelep padahal kalo di foto modelnya, dia make sampe bawah dengkul, di badan gue jadi sampe bawah betis. Hahahaahaa

Trus kalo orang putih kan cocok pake warna apa aja, kalo gue jadi harus milh-milih biar gak terlalu kontras dan gonjreng di kulit gue. Belom lagi muka seada-adanya. Belom nemu skincare yang bisa bikin gue kinclong. Dan gabisa fake nutupin pake makeup juga karena gak jago, malah cenderung amatiran. Cara paling ampuh, instan dan mudah adalah camera pintar jaman sekarang yang bisa bikin muka jadi mulus, wkwk. Tapi tetep aja tu cuma foto, jadi kalo ketemu langsung gabisa ditutupin juga kekurangannya.

Well, after all i just wanna say, Alhamdulillah.
Thank God for this face, thank God for this body.

Wednesday, September 2, 2015

Movie Marathon

Hellooo September...

Sebelumnya marilah kita ucapkan selamat pada Mae si Moody Blogger karena bulan kemaren pas Agustus berhasil memposting 10 tulisan yang penting gak penting sih, hahhaha..

Gue mau ngomongin tentang film kartun animasi yang sebenernya udah gue tonton seminggu lalu sih, hehe. Tapi baru mood nulisnya sekarang. Maklum ya, namanya juga moody blogger :P

Jadi seminggu lalu gue mumet ya bosen di rumah. Liburan 2 minggu tapi gapunya uang buat jalan-jalan. Daripada busuk di rumah kan, mikirin yang gak seharusnya dipikirin mending sweet escape jalan-jalan sendirian aja. Kebetulan gue lagi mau nonton Inside Out ama Battle of Surabaya. Liat jadwalnya sih oke, gak ganggu jam Sholat.

Akhirnya gue capcus ke Margo sendirian. Karena bioskop masih tutup, hehe akhirnya seperti biasa tempat paling aman untuk gue adalah toko buku. Dan jajanlah gue novel barunya Ika Natasha yang judulnya Critical Eleven. Trus baca di foodcourt sambil nunggu Platinum Screen buka. Nah, pas buka langsung gue masuk beli tiket mumpung masih banyak bangku kosong. Langsung beli 2 tiket trus cuss ke Musolla Sholat Dzuhur sebelum penuh orang.



Seperti biasa, karena gue bukan ahli movie dan bukan pengamat professional jadi gue gak bisa menyebut ini sebagai review film. Ini menurut gue dengan penilaian subjektif sebagai orang awam. Mohon dimaklumi ya siiissstt, hehehee..

Saturday, August 22, 2015

Speak Up !

A: Ah cemen lo gak berani ngomong ungkapin unek2 trus beraninya cuap2 pake status galau menye2, kayak Marshanda aje !
B : Hahahasyeeem, gue bukan Marshanda keleus gue Marsha and The Bear..
A : Makanya berani dong ! Hadepin ! Jangan bilang iya, tapi ngeluh melulu dibelakang !
B : Tapi kan......... lalalala, (berbagai macam alasan)

***
Baiklah, mari kita tinggalkan sejenak obrolan setengah fiktif setengah nyata antara A&B.

Akhir2 ini sering merebak status galau di berbagai sosmed. Kenapa? Mugkin hidup jaman sekarang emang makin berat ya, hehehe.. Ditambah lagi tuntutan hidup membuatnya semakin berat. Kalo jaman dulu kan nerimo aja gitu, kalo sekarang manusia lebih banyak berekspektasi. Dan ketika ekspektasi tidak sesuai dengan reality, munculah galau. Belum lagi jaman makin canggih, banyak sosmed. Kalo dulu cuma curhat ama beberapa sahabat terpercaya, sekarang curhat di sosmed melalui status2 yang terpampang nyata jadi semua temen tau, semua followers tau, bahkan kalo gak di lock accountnya maka seluruh dunia mungkin bisa tau, hahahahaha..

Wednesday, August 19, 2015

Somewhere Only We Know

Yak, yak, yak..

Gue kan emang demen banget baca novel yes, yaa semacem hobi gitu lah kalo kata orang2. Gue hobi baca jadi cerita fiksi kayak novel ama komik aja gituh, hahahaa. Kalo disuruh baca handout kuliah, buku2 kuliah, atau non-fiksi lainnya mah no thank’s yaa.. Etapi kalo Al-Qur’an juga gue baca kok, muehehe..

Well, bermula dari suatu pagi gue liat di timeline twitter gue ada salah satu following gue yang gue lupa siapa, dia nge-retweet kalimatnya @aMrazing kira-kira isinya tuh : Kalo mau tau sifat asli seseorang, lihatlah bagaimana dia memperlakukan manusia lain ‘dibawah’ nya, how true..

Abis itu langsung deh gue kepo liatin tweet2nya yang lain dan gue suka :) akhirnya gue follow deh. Dari situ gue baca blognya amrazing.comjuga so interesting. Trus liat instagramnya kokoh Alex ini juga uwoww bagus2 hasil jepretannya. Doi traveler photographer writer gitu dah, nice people !

Trus gue baca2 dia mau nerbitin novel judulnya Somewhere Only We Know. Gue cukup penasaran walopun gue gak update2 banget tentang si kokoh. Gue cuma mikir kalo gue bakal beli di bookstore kalo bukunya udah publish. Gue gak kepikiran dan gatau kalo ada promo, PO, atau lain2nya.

Trus 6 agustus kemaren gue lagi insomnia. Gabisa tidur ampe memasuki 7 agustus, iseng aja buka twitter, eh tau2 lagi pada heboh PO novel @aMrazing Somewhere Only We Know. Aaaak,, kebawa euforia akhirnya gue ikutan PO, tapi mungkin karena banyak yang buka webnya, jadi ya gitu deh bentar2 server down, web gagakl kebuka, pokoknya suliiitt bersaing ama ribuan orang lainnya.


Monday, August 17, 2015

Hak Wanita Memilih Calon Suami

Ini re-blog ya..
Sekedar buat pengetahuan,
dan bisa menjadi bahan acuan..
Biar gak banyak wanita galau..
:)

***
Banyak wanita yang bertanya-tanya ketika akan menikah, apakah boleh seorang wanita memilih pasangan hidupnya sendiri? Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: Karena hartanya, karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya engkau akan merugi.” (Hadits riwayat Bukhari no: 5090 dan Muslim no: 1466, sanadnya shahih)

Berdasarkan hadits di atas maka jelas bahwa lelakilah yang memilih wanita untuk dinikahinya. Lalu bagaimana dengan wanita??? Apakah wanita tidak berhak menentukan dengan siapa dia akan dan ingin menikah???


Satu Frekuensi

Okay, lagi2 gue mau nulis soal jodoh, cinta dan pernikahan. Dan ini stuck in my mind for so long. Gue bukan lagi puber loh yah, hahhaha..

Wanita muslim mana yang gak mau punya suami lelaki soleh. Gue rasa sebejat-bejatnya wanita pasti mau punya lelaki soleh. Hanya masalahnya ketika dihadapkan dengan masalah ‘jodoh’ semua akan berakhir dengan kesamaan frekuensi.

Satu frekuensi, akan memberikan rasa “klop” di antara keduanya. Gue pernah baca, Hati hanya butuh tiga detik untuk saling mencocokkan, gak perlu lama2 kok disaat tiga detik itu hati kita akan saling mengirimkan gelombang frekuensinya. Bila mereka cocok, dalam sekejap setengah dari jiwa kita yang belum lengkap akan menjadi utuh (soulmate). Makanya ngapain juga pacaran lama-lama untuk cari pasangan nikah.

Lantas lagi-lagi gue berpikir mengenai ta’aruf. Ketika dua orang yang benar2 asing memutuskan untuk ta’aruf, apakah kesamaan frekuensi dapat ditemukan dengan membaca biodata saja? Atau ketika bertemu untuk pertama kali?

Saturday, August 15, 2015

Proud To Be O !




Yes, i'm an O !!!


Cups Cum--

Ta'aruf (?)

Eh, lo tau proses ta’aruf gak? Nih ya, gue jelasin dikit. Jadi dalam Islam kan gak ada yang istilah pacaran sebelum menikah. Jadi, sebelum nikah itu dikenal dengan proses ta’aruf. Ta’aruf itu adalah proses perkenalan melalui tukeran biodata gitu (hehe, bukan kayak anak SD yang nulis biodata di binder yah..) trus boleh juga nanya2 melalui perantara pokoknya gabole berhubungan langsung apalagi ketemu pergi berduaan, NO NO NO !

Kalo cocok, ya proses berlanjut ke tahap selanjutnya. Pria ke rumah perempuan ketemu orang tua. Trus dikasih waktu beberapa hari untuk istikharah dan mutusin bener gak ini orang yang bakal jadi pasangan hidup gue? Kalo udah mantep, baru deh pertemuan kedua keluarga dan persiapan pernikahan. Ta’aruf biasanya prosesnya cepet, to the point, dan gak belok2, luruuusss wae pokoknya soalnya niat serius banget mo nikah.

Trus gimana pendapat gue soal ta’aruf ini???

Friday, August 14, 2015

Puasa Syawal

Eh, besok syawal akan berakhir. Gak berasa banget dah.

Ù…َÙ†ْ صَامَ رَÙ…َضَانَ Ø«ُÙ…َّ Ø£َتْبَعَÙ‡ُ سِتًّا Ù…ِÙ†ْ Ø´َÙˆَّالٍ Ùƒَانَ ÙƒَصِÙŠَامِ الدَّÙ‡ْرِ

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164)

Jadi gue biasanya emang suka puasa syawal. Trus kemaren baca broadcast di whatsapp katanya kalo lo niat bayar puasa wajib (utang puasa Ramadhan) dibulan Syawal secara langsung dapet pahala Puasa Syawal juga. Trus dapet bc-an lainnya yaitu puasa syawal sambil ayyamul bidh (puasa tengah bulan hijriyah) dan senin kamis gitu deh.. Jadi dalam sepekan dapet cemacem pahala puasa.

Muncul pertanyaan, emang bisa ya niat puasa digabung-gabung begitu?

Menghapus Follower Instagram

Kata nyokap gue gabole pasang foto untuk DP, avatar, PP atau apapun itu. Juga jangan posting foto muka terlalu sering. Wajah seorang wanita baiknya bukan untuk konsumsi publik. Well, dulu jaman friendster dan facebook gue bikin macem2 album foto. Setiap moment dan event gue share ke banyak orang. Sampai akhirnya gue putuskan untuk tutup account. Iya facebook gue non-aktifin, kalo friendster gue lupa email password.


Akhirnya pindah pake instagram. Dari pas pake fb sih emang udah pake ig juga. Dulu account ig gak gue lock, bebas semua orang bisa liat. Kalo posting malah captionnya pake hashtag2 gitu biar makin banyak yang like. Semakin banyak yang ngelike semakin seneng, hehe jaman2 abege labil. Sering foto selfie juga.


Seiring pertambahan usia, makin dewasa walopun masih sering dibilang kekanakan, gue akhirnya memutuskan untuk nge-private account instagram gue. Jadi gue filter siapa aja yang bisa follow gue dan gue ijinin buat liat foto2 gue. Kemudian foto2 selfie gue apus2in, paling sisa 2-3 foto selfie lah. Sisa foto yang bareng2 temen2 dan foto objek kayak makanan, buku, dsb.

Wednesday, August 12, 2015

Kuliah Ekstensi

Mau nulis di sini ah..

Ini tentang kuliah gue, iya gue kuliah ekstensi di UI. Pastinya iya bersyukur banget bisa kuliah di UI, bisa diajar ama dosen-dosen superb, bisa kenal dan belajar bareng ama temen-temen yang luar biasa. Tapi entahlah ini opini gue pribadi dari apa yang gue rasain. Gue kuliah ekstensi, yang artinya gue udah pernah kuliah 3 taun sebelumnya di jenjang d3. Kalo anak reguler kan s1 selama 4 tahun (normalnya) bisa 3,5 taun sih kalo ambil SP percepatan dan nilainya mendukung, atau bisa lebih dari 4 tahun kalo nilai kurang baik atau mungkin cuti pertukaran peajaran, hamil, dll.

Kalo dari d3, normalnya kena 2 tahun untuk mencapai jenjang s1. Kalo di swasta sih begitu, tapi di UI kena 3 tahun lho !
Dan kalo mau dipercepat lewat SP (yang bikin lo gakbisa liburan, dan bayar ekstra 300rb/sks) secepet-cepetnya 2,5 tahun gabisa bikin jadi 2 tahun juga sih, huhft !

Jenjang s1 itu kan total 144 sks. Karena dari d3, biasanya ada transfer kredit sks. Di kampus swasta, biasanya jadi 70-80 sks gitu deh. Di UI, masih kena 104 sks.
ivanjaya.net

Sunday, June 2, 2013

Pedagang Stasiun

Lagi ! Lagi ! Lagi !
Ahahahaha, nambah !
Doyan buuu?

Iya nih, gue mau nambahin dikit. Masih soal stasiun dan kereta api. Jadi begini, stasiun itu dibersihkan ! Dibersihkan dari para pedagang. Hmm, gimana ya ngejelasinnya? Pokoknya gabole ada pedagang di area stasiun, kira-kira begitu dah..

Klo kata PT. KAI ini demi kenyamanan dan keindahan stasiun. Eh iya gak sih? Sotoy banget gue. Tapi ‘kalo gak salah’ emang gitu inti dari kata PT. KAI deh.. Lagi-lagi ini adalah opini gue pribadi, dan menurut gue, gue gak keberatan sama sekali dengan adanya pedagang di stasiun loh ! Gue justru keberatan ama orang-orang yang ngerokok sambil nungguin kereta. Iyuuhhh, gue benci banget asep rokok ! NOTED !
ivanjaya.netivanjaya.net

E-Ticketing CommuterLine

Syalala..
Indonesia oh Indonesia..
Jakarta oh Jakarta..
Kereta oh kereta..
 

Hahaha, apaan sih gue? Gak jelas banget..
Pokoknya nih ya, gue mau sedikit ngerumpi tentang E-ticketing Commuterline..

bukan tangan gue, tangan gue alus dan lembut, ini nyomot daru gugel.. hahaha..

Tuesday, December 25, 2012

[FILM] 5 cm Vs. Habibie dan Ainun

2 minggu terakhir, gue nonton 2 film karya anak Indonesia yang wowww gue suka banget ! 5cm dan Habibie Ainun ! 5cm rilis tanggal 12-12-12 sedangkan Habibie & Ainun rilis 20-12-12. 5cm gue tonton tanggal 15-12-12 kalo Habibie&Ainun gue tonton tanggal 21-12-12.

Gue suka ama dua-duanya. Jalan ceritanya bagus, dan sama-sama memasukkan unsur "Cinta Tanah Air" didalam ceritanya. Gue mau "sedikit" review dua film ini nih, dimulai ya..

***

5cm


Ini film yang diadaptasi dari novelnya. Novel 5cm sendiri udah gue baca sejak gue SMA kelas satu dan sekarang gue udah hampir setaun kerja. Yaa, kira-kira 6taun yang lalu. Menceritakan tentang 5orang sahabat yang selalu bersama, sampe akhirnya bosen ama aktifitas mereka yang gitu-gitu aja dan selalu bersama. Ibarat orang pacaran, mereka break dulu, gabole ketemu, gabole texting, gabole nelpon, pokoknya gabole komunikasi sekitar 3 bulan untuk fokus ama impian dan targetan mereka masing-masing. Pas udah 3 bulan, baru ketemuan lagi. Dan pendakian Mahameru jadi tanda pertemuan mereka kembali.

Ceritanya seru, tapi gue males cerita panjang lebar, males ngetik bro ! Hahahha, lu tonton dan filmnya. Ato baca aja novelnya. Expectasi gue tinggi banget terhadap filmnya, karena udah baca novelnya. Dan setelah gue nonton filmnya, gue gak kecewa !

Artis Cilik

Beberapa hari yang lalu gue sempet nonton tayangan Hitam Putih di tipi. Trus bintang tamunya tuh artis paling happening seantero alam semesta "pada masanya" yaitu Chikita Meidy. Entah gimana tulisan nama dia seharusnya, pokoknya lo pada ngerti kan maksud gue? Si Cikita yang nyanyi Kampuang Nan Jauah Di Mato~~

Di Hitam Putih pas itu juga ada Joshua. Kalo Joshua gue emang gak asing, dia udah cukup sering muncul akhir-akhir ini. Tapi Cikita??? Meeeennn, terakhir gue liat ya mungkin pas gue masih SD. Tapi Cikita sekarang udah lain. Secara penampilan apalagi. Yaiyalah, masa dia mau kuncir kuda mulu dan nampilin jidat jenongnya, hahahhaha..

Ahh, pokoknya kece-an Cikita pas masih jadi artis cilik. Kalo sekarang style-nya sok-sok cewe punk rock gitu. Gak cucok lah pokoknya, terlalu maksa kesannya. Yaelah sirik aja sih gue ya, terserah dia sih mau bikin imej kayak gimana juga, wkwkwk..

Ngeliat Cikita, gue jadi inget artis-artis cilik di era 90-an. Jamannya gue tumbuh dan berkembang sampe gue cakep kayak kembang. Ahahaha apaan sih gue. Oke, gue lahir kan 1989, nah gue tapi ngabisin masa kanak-kanak di era 90-an.. Kadang gue mikir bahwasanya Jaman itu mengikuti usia gue. Heh, maksudnya???

Sunday, October 7, 2012

Cowo Basket



Kenapa cowo basket itu rata-rata brengsek ya?

Hahaha, gatau kenapa tiba-tiba mau banget ngerumpi soal cowo anak basket..

Kesan yang muncul kalo ama anak basket itu pasti orangnya keren, cool, tinggi, cakep, asik, terkenal, bla-bla-bla.. Di otak gue juga gitu sih.. Emang udah anugerah anak basket untuk berkharisma kayaknya yah.. Hmm, tapi kenapa ya rata-rata playboy? Mungkin karena mereka ngerasa kece?

Well, mungkin beberapa cowo basket bakal protes ama postingan ini. Hehehe, pisss ya broo.. Anggep aja gue abis patah hati ama cowok basket.. Wkwkwk, yanasib yaa.. Itu tapi cuma perumpamaan.. Jangan dianggep beneran loh yaa.. *ngeles*

Terus mereka rata-rata punya cewe yang gak kalah kece, cihuy, oke punya.. Sehingga gak mungkin untuk cewe yang innocent kayak gue ini untuk mendekat.. Eeeeaaaa..

Jadi maksud postingan lo ini apa dong mae?
Hahaha, gak ada maksud.. Ini karena saya teringat seseorang di masa lalu..
Mr. GR !
Ini gara-gara temen gue lagi deke tama temennya si Mr. GR..
Oalah, rempong amat historical-nya yaa..
Pokoknya ya begitulah.. Sedikit bocoran kisah saya di masa lalu..

Dan ada baiknya sebelum saya malah jadi curcol panjang x lebar x tinggi yang menghasikan cerita galau yang bervolume sangat besar, lebih baik saya sudahi saja ya postingan kali ini !
See Yaaaaaaa….


Cups Cum--

Saturday, August 18, 2012

[ASAL] Arab Vs. Padang

Hayooo.. Biarpun gak saling kenal, gak pernah ketemu, sesekali pernah kan liat foto gue noh ! Tebak gue orang mana? Keturunan mana? Arab ato padang? Ato buat yang udah kenal gue, duluuuu waktu awal kenal gue, lo pada mikir gue orang mana? Suku mana??!

Hahhhh???

Araaabbbb???

Appaaaahhh???

Padaaangg???